Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Selasa, 04 April 2017

Kelinci Rex


Sejarah Kelinci Rex
Ras asli rex merupakan keturunan kelinci liar di Peracis. Keberadaannya pertama kali diketahui di tahun 1919 secara tidak sengaja oleh seorang petani di sebuah peternakan di Paris. Kelinci tersebut kemudian dikembangbiakkan oleh seorang pendeta dan diikutsertakan ke dalam sebuah pameran internasional sehingga akhirnya dikenal di daratan Eropa
Pada tahun 1924, seorang profesor dari Universitas Strassburg – Jerman mengembangkan kelinci rex menjadi beberapa varietas dengan variasi warna yang baru seperti  chincilla, putih, coklat, dan lynx.
Saat ini populasinya semakin berkembang dan para peternak mengembangbiakkannya secara khusus untuk berbagai kebutuhan, termasuk di dalamnya untuk komoditas pangan dan fashion. 

Ciri-ciri Khusus

Tidak sulit untuk mengenali kelinci rex diantara jenis kelinci hias lainnya. berikut adalah karakteristik khusus yang bisa dijadikan rujukan untuk mengenalinya.
Bentuk tubuh – Ada dua jenis kelinci rex yang dikembangbiakkan secara umum, yaitu kelinci rex standar dengan bobot sekitar 3,6- 5kg, dan kelinci rex mini yang berbobot lebih kecil sekitar 1,4 – 2kg.
Kelinci ini memiliki ukuran kepala yang lebih besar dibandingkan jenis kelinci lainnya. Selain itu ukuran telinganya juga agak lebar dan berdiri tegak (tidak terkulai).
Bulu – Walaupun termasuk kelinci hias, bulu kelinci rex tidak panjang dan lebat, melainkan pendek, rapat, dan halus seperti beludru mewah. Itu sebabnya kelinci ini dikenal juga sebagai kelinci karpet. Ketebalan bulunya berkisar antara 1,3 – 2,2cm.
Selain bulunya yang pendek dan tidak mudah rontok, kelinci ini juga memiliki bulu kumis yang keriting sehingga mudah dikenali dan membuatnya berbeda dari beberapa jenis kelinci lainnya.
Warna – Kelinci rex memiliki banyak kategori warna. Berbagai organisasi kelinci pun memiliki standar yang berbeda-beda dalam menetapkan standar warna kelinci jenis ini.
Secara umum beberapa warna yang diakui sebagai warna standar rex adalah hitam, biru, castor, lynx, opal, coklat, merah, putih, chinchilla, lilac, himalayan, broken, dan tricolor. Di Indonesia sendiri, warna kelinci rex didominasi oleh motif totol (papilon), harlequin, tricolor, atau putih.  
Kelinci rex mulai eksis di Indenesia sejak tahun 2000-an. Varietas ini cocok diternakkan di daerah-daerah beriklim sejuk dengan suhu sekitar 5-15 °C. Itu sebabnya kelinci jenis ini banyak dikembangbiakkan di kawasan Lembang – Bandung, Batu – Malang, atau kawasan sejuk lainnya.
Pengembangbiakkan kelinci rex pada dasarnya dilakukan untuk kebutuhan komersial, yaitu untuk diperdagangkan sebagai binatang peliharaan, binatang konsumsi, dan komoditas non konsumsi. 
Sebagai binatang peliharaan
Sebagai kelinci hias, binatang ini dijual dalam bebagai ukuran, mulai dari anakan yang berusia dibawah 3 bulan hingga kelinci dewasa yang siap untuk dikawinkan.
Kelinci rex betina sudah bisa mulai dikawinkan saat berusia 6 bulan. Rex betina impor yang siap kawin dan melahirkan biasanya dijual dengan harga Rp500.000,00. Indukan tersebut bisa melahirkan 6x dalam satu tahun dengan jumlah anak di setiap kelahirannya antara 4-6 ekor.
Sedangkan untuk anakannya, harga jualnya cukup bervariasi tergantung dari corak, usia, dan bobotnya. Sebagai contoh, anak kelinci rex yang berusia 1,5 bulan bisa dijual dengan harga sekitar Rp50.000,00 – Rp80.000,00. Sedangkan yang berusia 3 bulan harga jualnya menjadi Rp150.000,00.


Minggu, 02 April 2017

Seberapa bahayanya bulu kucing pada kesehatan kita

Bahaya Bulu Kucing Bagi Kesehatan
 Kucing merupakan salah satu binatang yang paling sering dipelihara oleh orang-orang karena tingkahnya yang sangat menggemaskan. Apalagi dengan beragam jenis ras kucing yang ditawarkan, binatang ini akhirnya mampu membuat orang-orang betah berlama-lama bermain dengannya. Sayangnya dibalik tingkah yang menggemaskan itu, ternyata memelihara kucing dapat menimbulkan resiko yang berbahaya terhadap manusia.
Terlebih lagi jika kucing yang dipelihara sering berkeliaran di tempat-tempat yang kotor sehingga bulunya terkontaminasi oleh parasit atau bakteri yang membahayakan. Beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan oleh bulu kucing diantaranya:
1. Menyebabkan Beberapa Gejala Infeksi
Sebenarnya infeksi yang diakibatkan oleh bulu kucing biasanya tidak dapat dikenali karena hanya menimbulkan gejala ringan bahkan tampak tidak memiliki gejala. Namun karena bisa mengakibatkan hal-hal yang membahayakan, maka mendekati kucing sebaiknya dihindari. Adapun beberapa gejala yang ditimbulkan akibat infeksi dari bulu kucing antara lain hidrosefalus, demam, jaundice (kuning), memar atau pendarahan bawah kulit hingga anemia atau pembesaran hati.
2. Mengakibatkan Penyakit Toxoplasma
Penyakit ini awalnya ditimbulkan oleh sejenis parasit yang hidup pada usus kucing sehingga parasit ini dapat menular melalui banyak media. Beberapa media yang bisa menyebabkan parasit ini menular adalah tinja kucing, bulu kucing, hingga wadah bekas makanan kucing. Parasit ini juga bisa tumbuh dalam tubuh manusia sehingga pada akhirnya akan menimbulkan penyakit zoonosis pada manusia.
3. Melahirkan Bayi Cacat Hingga Keguguran
Ibu hamil yang terkena penyakit toxoplasma akibat dari parasit yang biasa ditimbulkan oleh bulu kucing, bisa mengalami hal yang membahayakan seperti akan melahirkan bayi yang cacat dan rentan mengalami keguguran. Gejala yang ditimbulkan pada ibu hamilpun bisa berupa penurunan daya tahan tubuh seperti mengalami flu, nyeri kepala, demam dan rasa lelah. Maka dari itu, sebaiknya wanita yang merencanakan kehamilan ataupun sudah hamil tidak memelihara kucing dan menjauhinya.
4. Menyebabkan Asma
Bulu pada kucing bisa sangat berbahaya apalagi jika telah menyerang sistem pernafasan, ia merupakan salah satupenyebab asma. Sebab, bulu kucing banyak membawa virus-virus yang bisa menyebabkan asma. Jika sudah begini, maka penyakit asma ini akan susah hilang bahkan akan menurun sampai di keturunan selanjutnya. Gejala asma akibat bulu kucing bisa dirasakan sedini mungkin dengan deteksi kelainan pernafasan anda.
5. Menyebabkan Alergi
Bulu kucing bisa menyebabkan alergi pada manusia jika benda tersebut masuk ke tubuh termasuk melalui hirupan. Setelah berhasil masuk, maka tubuh akan meresponnya dengan mensintesis histamin beserta zat kimia lain yang bisa membuat reaksi alergi terpicu. Alergi yang ditimbulkan pun bisa bermacam-macam termasuk radang seperti gatal-gatal, mata berair, bersin, batuk, dan susah bernafas.



Perawatan Kucing Yang Baik
Dengan melihat hal-hal membahayakan yang bisa terjadi akibat bulu kucing, maka jika ingin memelihara kucing pastikan pemiliki memberikannya perawatan yang terbaik. Perawatan inilah yang pada akhirnya membedakan antara kucing liar yang kerap membawa parasit dengan kucing peliharaan yang senantiasa terjaga keamanannya bagi kesehatan. Adapun cara merawat kucing agar terhindar dari hal-hal berbahaya yang bisa menularkan manusia, diantaranya:
1.      Memberi makanan yang sehat dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh kucing. Makanan yang diberikan adalah makanan yang mengandung protein dan vitamin. Jangan sembarang memberikan makanan pada kucing karena bisa saja makanan tersebut merusak sistem pencernaannya. Untuk minuman, pemilik bisa menyediakan air bersih untuk diminum oleh kucing. Hal ini berguna untuk memperlancar proses pencernaan pada kucing.

2.      Merawat bulu dan kulit kucing dengan memandikannya minimal 2 minggu sekali. Jika bulu kucing kotor, segera mandikan pula kucing agar penyakit kutu atau jamur bisa dicegah. Memandikan kucing sangat dianjurkan untuk dilakukan dengan menggunakan sampo khusus kucing.

3.      Menyediakan tempat khusus kucing untuk buang air agar kucing menjadi terlatih untuk dapat buang air pada tempatnya sehingga kotorannya tidak tersebar kemana-mana dan menyebar penyakit. Wadah tersebut sebaiknya diisi pasir dan setelah wadah kotoran tersebut terisi, maka tempatnya bisa dibersihkan agar ternetralisir dari kuman.

4.      Agar terhindar dari bakteri, maka kucing sebaiknya diberi vaksin sesuai dengan anjuran dokter hewan. Selain itu, kucing juga perlu diberikan vitamin tambahan seperti vitamin A, D, E, lysine, minyak ikan, omega 3, omega 6, dll agar kondisinya selalu dalam keadan sehat.

Dengan perawatan diatas, maka kucing peliharaan tidak akan bisa terkena virus, bakteri ataupun parasit. Namun jika merasa ragu apakah kucing peliharaan tersebut terkena parasit atau tidak, maka segeralah membersihkan diri dengan mencuci tangan ataupun mandi setelah kontak langsung dengan kucing agar parasit yang menempel pada bulunya tidak menulari kita. Walaupun bulu kucing memiliki bahaya yang bisa menyerang manusia, namun tidak semua kucing bisa membawa parasit jahat kepada manusia. Sebab, sumber penular hal-hal membahayakan diatas hanya berlaku pada kucing yang tertular saja. Bahkan, memelihara kucing sebenarnya juga memiliki beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Salah satu manfaat dari memelihara kucing adalah:
1)      Mengurangi resiko terkena penyakit jantung sebab menurut penelitian dari University of Minnesota, ditemukan bahwa 30% hingga 40% dari orang yang tidak memelihara kucing akan cenderung mengalami penyakit jantung daripada orang yang memelihara kucing.

2)      Meningkatkan kekebalan tubuh manusia karena perasaan yang dirasakan oleh seseorang jika memelihara kucing bisa membantu peningkatan kekebalan tubuhya. Apalagi jika kucing menghampiri pemiliknya untuk menghibur agar merasa nyaman.

3)      Menurunkan tekanan darah sebab dengan membelai kucing, maka seseorang bisa merasa tenang sehingga tekanan darahnya darah. Hal ini juga dibuktikan oleh State University of New York bahwa seseorang yang memiliki hewan peliharaan termasuk kucing, maka tekanan darahnya cenderung rendah jika dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki hewan peliharaan.

4)      Membantu menurunkan kolesterol dalam darah sebab menurut penelitian yang dilakukan di Kanada tahun 2006, menunjukkan bahwa memelihara kucing sangat efektif untuk menurunkan kolesterol daripada obat-obatan yang diracik untuk mencegah penyakit tersebut.

5)      Mengurangi resiko stroke sebab penelitian yagn dilakukan oleh University of Minesota menunjukkan bahwa seseorang yang memelihara kucing bisa mengurangi resiko terkena penyakit stroke sampai dengan 1/3.
Dibalik benar salahnya artikel yang saya tulis diatas, pembaca bisa menyimpulkannya sendiri.

Yang pasti kucing adalah binatang lucu nan menggemaskan, sayangi hewan kesayangan anda dan rawatlah dengan baik, niscaya segala penyakit yang dibawa oleh sang peliharaan tak akan berdampak pada anda.

Selasa, 10 Januari 2017

Dua proses kelahiran yang perlu bantuan dokter hewan.




Kelahiran Cesar

  • Persalinan atau kelahiran seperti ini yang memerlukan bantuan dokter hewan dan dilakukan melalui operasi cesar biasanya terjadi, jika induk baru pertama kali melahirkan dalam usia yang masih terlalu muda (sebaiknya induk betina berumur diatas 1.5 tahun).
  • Hal ini terjadi karena organ seksual dan fisik belum berkembang sempurna, ataupun karena sebab-sebab lainnya.
  • Tindakan cesar akan diambil oleh dokter hewan, jika setelah pecahnya ketuban sampai dengan 2-3 jam anak kucing tidak bisa lahir, walaupun sudah diberi suntikan pemacu.
  • Tindakan Cesar diambil dengan mengutamakan keselamatan Induk Kucing, karena umunya peluang hidup anak-anaknya menjadi sangat rendah. Seandainya pun hidup, juga akan memiliki fisik yang sangat lemah.


Kelahiran Sungsang


  • Persalinan kelahiran sungsang juga perlu bantuan dokter hewan.
  • Tanda-tanda kelahiran sungsang adalah setelah pecah ketuban anak kucing lahir kaki terlebih dulu.
  • Umumnya anak kucing tersebut tidak dapat keluar, karena kepalanya terjepit di saluran rahim induknya.
  • Ini juga biasa terjadi pada kelahiran pertama dari induk kucing yang terlalu muda.
  • Oleh karena itu harus dilakukan penarikan oleh dokter hewan, agar anak tersebut bisa keluar serta untuk tindakan lain yang diperlukan.
  • Tindakan yang membutuhkan dokter hewan ini diambil untuk membantu induk agar bisa melahirkan dengan proses yang alamiah. Juga yang tidak kalah pentingnya, agar kelahiran berikutnya bisa mudah.
  • Umumnya anak yang lahir pertama tersebut tingkat hidupnya rendah sekali atau bahkan sudah mati.
  • Namun anak ke 2 dan selanjutnya dapat terselamatkan dan tingkat kesehatan serta hidupnya cukup tinggi, juga normal secara fisik.

Masa-masa kritis yang harus perlu serius diwaspadai adalah masa kritis saat proses persalinan dan masa kritis setelah persalinan. 



Masa Kritis Saat Proses Persalinan


  • Saat proses persalinan merupakan saat dimana induk kucing berjuang antara hidup dan mati, bagi dirinya maupun anak-anaknya yang ada dalam kandungannya.
  • Oleh karena itu kita harus selalu memperhatikan kondisi kucing yang sedang bunting, agar tidak terlambat mengetahui saat kucing tersebut benar-benar akan melahirkan.
  • Luangkanlah waktu, atau bila memang tidak dapat meluangkan waktu, pada saat sudah memasuki usia kandungan 63 - 65 hari, dititipkan saja pada dokter hewan (rawat inap). Sehingga kucing kesayangan kita dapat selamat dalam proses persalinannya.


Masa Kritis Setelah Proses Persalinan


Masa kritis setelah proses persalinan terjadi pada induknya maupun bayinya (anaknya). Berikut ini dijelaskan satu persatu. 

Masa Kritis bagi Induk Kucing


  • antara 1 sampai dengan 7 hari setelah proses persalinan, baik normal maupun melalui tindakan medis merupakan masa kritis.
  • Setelah persalinan masih disebut masa kritis, karena dapat terjadi infeksi akibat operasi atau luka. Dan bisa juga ternyata masih ada anak di dalam rahimnya yang sudah mati, namun tidak dapat keluar dan tidak kita ketahui (biasanya kelahiran normal).
  • Kondisi tersebut sangat berbahaya dan akan membunuh induk kucingnya, karena keracunan janin yang membusuk.
  • Salah satu cirinya adalah kucing tidak mau makan dan minum, tidak bisa buang air besar dan kecil, lalu muntah-muntah.
  • Bila setelah proses persalinan kucing menunjukan tanda-tanda tersebut, secepatnya kita harus bawa ke dokter hewan. Hal ini dikarenakan dalam hitungan jam dapat merenggut nyawa induk kucingnya.
  • Jika masa ini telah terlewati, maka kita dapat bernafas lega, karena induk kucing kita akan baik-baik saja dan mulai memperbaiki kondisi tubuhnya, agar air susunya bisa keluar banyak dengan banyak makan dan minum.
Masa Kritis bagi Anak Kucing


Masa Kritis Pertama, adalah usia satu (1) sampai dengan tiga (3) hari.


  • Masa ini benar-benar kritis, karena anak kucing harus dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan lingkungannya.
  • Selain itu dia juga harus mendapat zat yang bernama kolostrum pada saat hari pertama setelah dilahirkan. Kolostrum ini merupakan susu pertama yang keluar dari induknya sampai dengan 5 jam, yang mengandung zat-zat untuk kekebalan tubuh anak-anaknya, sehingga tidak mudah terkena penyakit.
  • Juga susu disaat-saat berikutnya setiap dia perlukan sebagai asupan makan.
  • Jika salah satu ini tidak berjalan bisa dipastikan anak tersebut tidak bisa bertahan hidup.


Masa Kritis Kedua, adalah usia tiga (3) sampai empat belas (14) hari.


  • Bila masa kritis pertama terlewati dengan baik, selanjutnya adalah masa hukum alam, dimana yang kuat akan menang dan yang lemah akan tersingkir.
  • Maksud dari masa ini, anak-anak kucing akan bersaing mendapatkan susu induknya dengan persaingan yang sangat keras. Terkadang yang lemah akan sulit mendapatkan susu.
  • Jika hal ini dibiarkan tanpa bantuan kita untuk yang lemah, maka yang lemah tersebut tidak akan bisa bertahan hidup.
  • Oleh karena itu, kita harus membantunya, dengan cara mencarikan puting susu induknya dan menjaga agar dia bisa menyusui. Atau bisa juga dengan memberi susu formula khusus kucing dengan cara disuapkan.
  • Sebagai pemeliharanya, kita wajib memperhatikan proses menyusui di periode ini.

Cara Menangani Kucing yang Akan Melahirkan





Masa mengandung pada kucing kurang lebih adalah 2 bulan, dan setelah itu kucing akan melahirkan.
di masa melahirkan itu pula kita sebagai pemiliknya sebaiknya tahu cara apa yang harus kita tangani pada mereka. mungkin kebanyakan pemilik yang sibuk hanya akan menyerahkan pada dokter hewan untuk menjalani operasi cesar ataupun kelahiran normal. 
Tapi bagi kalian yang memiliki waktu luang dan ingin menemani si 'kitty' melahirkan simaklah kiriman ini dengan saksama.

Kucing yang akan melahirkan umumnya akan menunjukkan tanda-tanda (gejala) :
  • Yang paling mudah dikenali adalah Berisik
  • Menggaruk-garuk alas atau tempat pembuangan kotoran.
  • Mencari tempat tersembunyi untuk melahirkan anaknya sekaligus agar anak-anaknya aman dari kucing lain.
  • Nafsu makannya berkurang.
jika kucing kalian menunjukan tanda tanda seperti itu, sebaiknya kalian mulai memerhatikannya dan menyiapkan alat dan tempat seperti : 

  • Sediakanlah kandang/tempat yang nyaman dan hangat, Fasilitas berupa box kardus yang cukup luas, lalu diisi dengan handuk atau alas serta mungkin serpihan koran , maka hal ini sudah bisa dikatakan cukup memadai. Lalu tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi dengan baik. jadwalkanlah kalo tempat ini telah tersedia minimal 1-2 minggu sebelum waktunya melahirkan. Tempatkan kucing tersebut pada kandang itu minimal 7-12 hari sebelum melahirkan. Supaya kucing terbiasa sampai dia melahirkan.

  •  Gunakan box litter yang tidak mudah menggumpal, Ada kasus dimana kadang kala kucing akan memilih untuk melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menempel di tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

  • Jauhkanlah dari kucing-kucing lain, Jika anda telah mempunyai banyak kucing persia atau anggora yang lain, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama. Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

  • Siapkan persediaan makanan yang cukup,  Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

  • Cek dokter hewan terdekat, Segera anda menyiapkan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat. Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.



Proses Kelahiran Pada Kucing


Tahap Pertama

  • Bilamana tempo kucing sudah benar-benar akan lahir atau disebut juga masa kritis, akan ditandai dengan kegelisahan induk kucing yang semakin meningkat.
  • Induk akan mengeong dan berjalan berputar-putar terus, sediakan tempat seperti kardus atau nampan yang lebar dan dialasi kain kering.

Tahap Kedua

  • Selanjutnya air ketuban akan pecah, membasahi bagian belakang (ekor paha belakang dan sekitarnya).
  • Bila sudah terjadi kejadian yang kaya gitu, biasanya lalu selanjutnya ,tidak lama kemudian akan lahir anak kucing satu persatu.
  • Namun apabila jika setelah satu atau dua jam pecahnya ketuban dan anak kucing tidak lahir-lahir sebaiknya kucing sesegera mungkin dibawa ke dokter hewan untuk dibantu proses persalinannya, agar secepatnya dapat diambil tindakan medis jika kucing perlu penanganan tenaga profesional.
Tahap Ketiga

  • Saat proses kelahiran anak pertama. biarkan dan perhatikan kucing, apakah dia mau membersihkan selaput yang menyelimuti anaknya (biasanya induk yang pintar dan baik akan memakan plasenta dan menjilati selaput tersebut dan merawat anaknya satu-persatu).
  • Namun jika tidak secepatnya ambil tindakan untuk membersihkan selaput dengan kain kering lembut hingga benar-benar kering dengan cara digosok-gosok. Jangan ragu melakukan hal ini hingga benar-benar kering, maksud dari menggosok adalah merangsang anak kucing.
  • Serta pastikan hidung kucing tidak tersumbat oleh lendir, dengan cara disedot menggunakan pipet untuk dapat bernafas sendiri.
  • Dan kemudian memotong plasenta dengan gunting yang sudah direndam alkcohol sebelumnya (agar steril), lalu tali pusatnya ikat dengan benang sekitar 1 cm dari perut anak kucing tersebut.
  • Selanjutnya letakkan bayi kucing tersebut pada nampan/kardus di samping induknya, bila perlu beri lampu diatasnya agar hangat.
  • lalukanlah hal ini, hal yang sama pada anak kucing yang lainnya (saudaranya).
  • Biasanya anak/bayi kucing tersebut berurutan kelahirannya setiap beberapa menit, namun bisa juga lebih lama dari itu, dikarenakan induknya tidak melakukan tugasnya dengan benar, atau bisa juga karena kelelahan atau hal-hal lainnya.
Tahap Keempat

  • Setelah semua bayinya lahir, bersihkan sisa-sisa bekas melahirkan tersebut sampai bersih dengan menggunakan pembersih lantai yang mengandung anti bakteri.
  • Umumnya induk kucing akan beristirahat sejenak sambil membersihkan tubuhnya, kemudian dia akan memberikan susu pertama yang mengandung colostrum pada anak-anaknya.
Tahap Kelima

  • lalu,kemudian anda dapat menaruh tempat untuk makanan dan minum di dekatnya agar sang induk tidak berlama-lama meninggalkan anaknya bila ingin minum ataupun makan, sehingga induknya merasa aman dan nyaman dalam melindungi anak-anaknya.

Masa persalinan kucing adalah masa yang bisa dibilang paling kritis bagi induk kucing dan anak-anaknya. Demikian juga masa setelah proses persalinan tersebut. 

Oleh karenanya, kita harus benar-benar faham dan siap untuk secepatnya membantu atau pun minta bantuan dokter hewan, jika ada kelainan dalam proses persalinan kucing kita. Sehingga proses persalinannya bisa berjalan lancar dan induk kucing serta anaknya bisa terselamatkan. 

demikian artikel dari saya semoga bermanfaat :)