Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Senin, 04 Juli 2022

Kumpulan Foto Pororo si Kucing Viral yang Lucu !

 Penggemar kucing pasti tak asing dengan Pororo. Kucing yang sempat hilang dan sampai menjadi trending topic Twitter. Pororo merupakan kucing milik seleb TikTok @cicichania96 yang biasanya dijadikan model oleh pemiliknya saat berjualan pakaian dan aksesori untuk kucing. Hilangnya Pororo pada 28 Mei 2022 sempat membuat pengguna media sosial heboh dan menulis cuitan tentang kucing berwarna putih oranye itu.

Pororo merupakan kucing campuran Persia dan British short hair berusia tiga tahun milik Cici Chania. Hewan berbulu ini viral dan memiliki banyak penggemar karena sikapnya yang dijuluki santuy saat diajak pemiliknya berjualan. Ini karena Pororo selalu terlihat tenang, diam, bahkan terkadang ketiduran ketika diajak live pemiliknya untuk berjualan pakaian kucing.

Berikut foto foto lucu nan menggemaskan dari Pororo si kucing viral.

1.  Uuuu Ganteng Banget Anabul Satu Ini 😍







2.Main di Taman Nih 😎












3. Pakai Topi Pun Oke 😻












4.  Dah Mirip Oppa Korea Belum? 🙀












5. Ngintip Babu lagi Beres - beres












Demikian kumpulan foto Pororo si kucing viral yang lucu! 😀

Selasa, 04 April 2017

Kelinci Rex


Sejarah Kelinci Rex
Ras asli rex merupakan keturunan kelinci liar di Peracis. Keberadaannya pertama kali diketahui di tahun 1919 secara tidak sengaja oleh seorang petani di sebuah peternakan di Paris. Kelinci tersebut kemudian dikembangbiakkan oleh seorang pendeta dan diikutsertakan ke dalam sebuah pameran internasional sehingga akhirnya dikenal di daratan Eropa
Pada tahun 1924, seorang profesor dari Universitas Strassburg – Jerman mengembangkan kelinci rex menjadi beberapa varietas dengan variasi warna yang baru seperti  chincilla, putih, coklat, dan lynx.
Saat ini populasinya semakin berkembang dan para peternak mengembangbiakkannya secara khusus untuk berbagai kebutuhan, termasuk di dalamnya untuk komoditas pangan dan fashion. 

Ciri-ciri Khusus

Tidak sulit untuk mengenali kelinci rex diantara jenis kelinci hias lainnya. berikut adalah karakteristik khusus yang bisa dijadikan rujukan untuk mengenalinya.
Bentuk tubuh – Ada dua jenis kelinci rex yang dikembangbiakkan secara umum, yaitu kelinci rex standar dengan bobot sekitar 3,6- 5kg, dan kelinci rex mini yang berbobot lebih kecil sekitar 1,4 – 2kg.
Kelinci ini memiliki ukuran kepala yang lebih besar dibandingkan jenis kelinci lainnya. Selain itu ukuran telinganya juga agak lebar dan berdiri tegak (tidak terkulai).
Bulu – Walaupun termasuk kelinci hias, bulu kelinci rex tidak panjang dan lebat, melainkan pendek, rapat, dan halus seperti beludru mewah. Itu sebabnya kelinci ini dikenal juga sebagai kelinci karpet. Ketebalan bulunya berkisar antara 1,3 – 2,2cm.
Selain bulunya yang pendek dan tidak mudah rontok, kelinci ini juga memiliki bulu kumis yang keriting sehingga mudah dikenali dan membuatnya berbeda dari beberapa jenis kelinci lainnya.
Warna – Kelinci rex memiliki banyak kategori warna. Berbagai organisasi kelinci pun memiliki standar yang berbeda-beda dalam menetapkan standar warna kelinci jenis ini.
Secara umum beberapa warna yang diakui sebagai warna standar rex adalah hitam, biru, castor, lynx, opal, coklat, merah, putih, chinchilla, lilac, himalayan, broken, dan tricolor. Di Indonesia sendiri, warna kelinci rex didominasi oleh motif totol (papilon), harlequin, tricolor, atau putih.  
Kelinci rex mulai eksis di Indenesia sejak tahun 2000-an. Varietas ini cocok diternakkan di daerah-daerah beriklim sejuk dengan suhu sekitar 5-15 °C. Itu sebabnya kelinci jenis ini banyak dikembangbiakkan di kawasan Lembang – Bandung, Batu – Malang, atau kawasan sejuk lainnya.
Pengembangbiakkan kelinci rex pada dasarnya dilakukan untuk kebutuhan komersial, yaitu untuk diperdagangkan sebagai binatang peliharaan, binatang konsumsi, dan komoditas non konsumsi. 
Sebagai binatang peliharaan
Sebagai kelinci hias, binatang ini dijual dalam bebagai ukuran, mulai dari anakan yang berusia dibawah 3 bulan hingga kelinci dewasa yang siap untuk dikawinkan.
Kelinci rex betina sudah bisa mulai dikawinkan saat berusia 6 bulan. Rex betina impor yang siap kawin dan melahirkan biasanya dijual dengan harga Rp500.000,00. Indukan tersebut bisa melahirkan 6x dalam satu tahun dengan jumlah anak di setiap kelahirannya antara 4-6 ekor.
Sedangkan untuk anakannya, harga jualnya cukup bervariasi tergantung dari corak, usia, dan bobotnya. Sebagai contoh, anak kelinci rex yang berusia 1,5 bulan bisa dijual dengan harga sekitar Rp50.000,00 – Rp80.000,00. Sedangkan yang berusia 3 bulan harga jualnya menjadi Rp150.000,00.


Minggu, 02 April 2017

Seberapa bahayanya bulu kucing pada kesehatan kita

Bahaya Bulu Kucing Bagi Kesehatan
 Kucing merupakan salah satu binatang yang paling sering dipelihara oleh orang-orang karena tingkahnya yang sangat menggemaskan. Apalagi dengan beragam jenis ras kucing yang ditawarkan, binatang ini akhirnya mampu membuat orang-orang betah berlama-lama bermain dengannya. Sayangnya dibalik tingkah yang menggemaskan itu, ternyata memelihara kucing dapat menimbulkan resiko yang berbahaya terhadap manusia.
Terlebih lagi jika kucing yang dipelihara sering berkeliaran di tempat-tempat yang kotor sehingga bulunya terkontaminasi oleh parasit atau bakteri yang membahayakan. Beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan oleh bulu kucing diantaranya:
1. Menyebabkan Beberapa Gejala Infeksi
Sebenarnya infeksi yang diakibatkan oleh bulu kucing biasanya tidak dapat dikenali karena hanya menimbulkan gejala ringan bahkan tampak tidak memiliki gejala. Namun karena bisa mengakibatkan hal-hal yang membahayakan, maka mendekati kucing sebaiknya dihindari. Adapun beberapa gejala yang ditimbulkan akibat infeksi dari bulu kucing antara lain hidrosefalus, demam, jaundice (kuning), memar atau pendarahan bawah kulit hingga anemia atau pembesaran hati.
2. Mengakibatkan Penyakit Toxoplasma
Penyakit ini awalnya ditimbulkan oleh sejenis parasit yang hidup pada usus kucing sehingga parasit ini dapat menular melalui banyak media. Beberapa media yang bisa menyebabkan parasit ini menular adalah tinja kucing, bulu kucing, hingga wadah bekas makanan kucing. Parasit ini juga bisa tumbuh dalam tubuh manusia sehingga pada akhirnya akan menimbulkan penyakit zoonosis pada manusia.
3. Melahirkan Bayi Cacat Hingga Keguguran
Ibu hamil yang terkena penyakit toxoplasma akibat dari parasit yang biasa ditimbulkan oleh bulu kucing, bisa mengalami hal yang membahayakan seperti akan melahirkan bayi yang cacat dan rentan mengalami keguguran. Gejala yang ditimbulkan pada ibu hamilpun bisa berupa penurunan daya tahan tubuh seperti mengalami flu, nyeri kepala, demam dan rasa lelah. Maka dari itu, sebaiknya wanita yang merencanakan kehamilan ataupun sudah hamil tidak memelihara kucing dan menjauhinya.
4. Menyebabkan Asma
Bulu pada kucing bisa sangat berbahaya apalagi jika telah menyerang sistem pernafasan, ia merupakan salah satupenyebab asma. Sebab, bulu kucing banyak membawa virus-virus yang bisa menyebabkan asma. Jika sudah begini, maka penyakit asma ini akan susah hilang bahkan akan menurun sampai di keturunan selanjutnya. Gejala asma akibat bulu kucing bisa dirasakan sedini mungkin dengan deteksi kelainan pernafasan anda.
5. Menyebabkan Alergi
Bulu kucing bisa menyebabkan alergi pada manusia jika benda tersebut masuk ke tubuh termasuk melalui hirupan. Setelah berhasil masuk, maka tubuh akan meresponnya dengan mensintesis histamin beserta zat kimia lain yang bisa membuat reaksi alergi terpicu. Alergi yang ditimbulkan pun bisa bermacam-macam termasuk radang seperti gatal-gatal, mata berair, bersin, batuk, dan susah bernafas.



Perawatan Kucing Yang Baik
Dengan melihat hal-hal membahayakan yang bisa terjadi akibat bulu kucing, maka jika ingin memelihara kucing pastikan pemiliki memberikannya perawatan yang terbaik. Perawatan inilah yang pada akhirnya membedakan antara kucing liar yang kerap membawa parasit dengan kucing peliharaan yang senantiasa terjaga keamanannya bagi kesehatan. Adapun cara merawat kucing agar terhindar dari hal-hal berbahaya yang bisa menularkan manusia, diantaranya:
1.      Memberi makanan yang sehat dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh kucing. Makanan yang diberikan adalah makanan yang mengandung protein dan vitamin. Jangan sembarang memberikan makanan pada kucing karena bisa saja makanan tersebut merusak sistem pencernaannya. Untuk minuman, pemilik bisa menyediakan air bersih untuk diminum oleh kucing. Hal ini berguna untuk memperlancar proses pencernaan pada kucing.

2.      Merawat bulu dan kulit kucing dengan memandikannya minimal 2 minggu sekali. Jika bulu kucing kotor, segera mandikan pula kucing agar penyakit kutu atau jamur bisa dicegah. Memandikan kucing sangat dianjurkan untuk dilakukan dengan menggunakan sampo khusus kucing.

3.      Menyediakan tempat khusus kucing untuk buang air agar kucing menjadi terlatih untuk dapat buang air pada tempatnya sehingga kotorannya tidak tersebar kemana-mana dan menyebar penyakit. Wadah tersebut sebaiknya diisi pasir dan setelah wadah kotoran tersebut terisi, maka tempatnya bisa dibersihkan agar ternetralisir dari kuman.

4.      Agar terhindar dari bakteri, maka kucing sebaiknya diberi vaksin sesuai dengan anjuran dokter hewan. Selain itu, kucing juga perlu diberikan vitamin tambahan seperti vitamin A, D, E, lysine, minyak ikan, omega 3, omega 6, dll agar kondisinya selalu dalam keadan sehat.

Dengan perawatan diatas, maka kucing peliharaan tidak akan bisa terkena virus, bakteri ataupun parasit. Namun jika merasa ragu apakah kucing peliharaan tersebut terkena parasit atau tidak, maka segeralah membersihkan diri dengan mencuci tangan ataupun mandi setelah kontak langsung dengan kucing agar parasit yang menempel pada bulunya tidak menulari kita. Walaupun bulu kucing memiliki bahaya yang bisa menyerang manusia, namun tidak semua kucing bisa membawa parasit jahat kepada manusia. Sebab, sumber penular hal-hal membahayakan diatas hanya berlaku pada kucing yang tertular saja. Bahkan, memelihara kucing sebenarnya juga memiliki beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Salah satu manfaat dari memelihara kucing adalah:
1)      Mengurangi resiko terkena penyakit jantung sebab menurut penelitian dari University of Minnesota, ditemukan bahwa 30% hingga 40% dari orang yang tidak memelihara kucing akan cenderung mengalami penyakit jantung daripada orang yang memelihara kucing.

2)      Meningkatkan kekebalan tubuh manusia karena perasaan yang dirasakan oleh seseorang jika memelihara kucing bisa membantu peningkatan kekebalan tubuhya. Apalagi jika kucing menghampiri pemiliknya untuk menghibur agar merasa nyaman.

3)      Menurunkan tekanan darah sebab dengan membelai kucing, maka seseorang bisa merasa tenang sehingga tekanan darahnya darah. Hal ini juga dibuktikan oleh State University of New York bahwa seseorang yang memiliki hewan peliharaan termasuk kucing, maka tekanan darahnya cenderung rendah jika dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki hewan peliharaan.

4)      Membantu menurunkan kolesterol dalam darah sebab menurut penelitian yang dilakukan di Kanada tahun 2006, menunjukkan bahwa memelihara kucing sangat efektif untuk menurunkan kolesterol daripada obat-obatan yang diracik untuk mencegah penyakit tersebut.

5)      Mengurangi resiko stroke sebab penelitian yagn dilakukan oleh University of Minesota menunjukkan bahwa seseorang yang memelihara kucing bisa mengurangi resiko terkena penyakit stroke sampai dengan 1/3.
Dibalik benar salahnya artikel yang saya tulis diatas, pembaca bisa menyimpulkannya sendiri.

Yang pasti kucing adalah binatang lucu nan menggemaskan, sayangi hewan kesayangan anda dan rawatlah dengan baik, niscaya segala penyakit yang dibawa oleh sang peliharaan tak akan berdampak pada anda.

Selasa, 10 Januari 2017

Dua proses kelahiran yang perlu bantuan dokter hewan.




Kelahiran Cesar

  • Persalinan atau kelahiran seperti ini yang memerlukan bantuan dokter hewan dan dilakukan melalui operasi cesar biasanya terjadi, jika induk baru pertama kali melahirkan dalam usia yang masih terlalu muda (sebaiknya induk betina berumur diatas 1.5 tahun).
  • Hal ini terjadi karena organ seksual dan fisik belum berkembang sempurna, ataupun karena sebab-sebab lainnya.
  • Tindakan cesar akan diambil oleh dokter hewan, jika setelah pecahnya ketuban sampai dengan 2-3 jam anak kucing tidak bisa lahir, walaupun sudah diberi suntikan pemacu.
  • Tindakan Cesar diambil dengan mengutamakan keselamatan Induk Kucing, karena umunya peluang hidup anak-anaknya menjadi sangat rendah. Seandainya pun hidup, juga akan memiliki fisik yang sangat lemah.


Kelahiran Sungsang


  • Persalinan kelahiran sungsang juga perlu bantuan dokter hewan.
  • Tanda-tanda kelahiran sungsang adalah setelah pecah ketuban anak kucing lahir kaki terlebih dulu.
  • Umumnya anak kucing tersebut tidak dapat keluar, karena kepalanya terjepit di saluran rahim induknya.
  • Ini juga biasa terjadi pada kelahiran pertama dari induk kucing yang terlalu muda.
  • Oleh karena itu harus dilakukan penarikan oleh dokter hewan, agar anak tersebut bisa keluar serta untuk tindakan lain yang diperlukan.
  • Tindakan yang membutuhkan dokter hewan ini diambil untuk membantu induk agar bisa melahirkan dengan proses yang alamiah. Juga yang tidak kalah pentingnya, agar kelahiran berikutnya bisa mudah.
  • Umumnya anak yang lahir pertama tersebut tingkat hidupnya rendah sekali atau bahkan sudah mati.
  • Namun anak ke 2 dan selanjutnya dapat terselamatkan dan tingkat kesehatan serta hidupnya cukup tinggi, juga normal secara fisik.

Masa-masa kritis yang harus perlu serius diwaspadai adalah masa kritis saat proses persalinan dan masa kritis setelah persalinan. 



Masa Kritis Saat Proses Persalinan


  • Saat proses persalinan merupakan saat dimana induk kucing berjuang antara hidup dan mati, bagi dirinya maupun anak-anaknya yang ada dalam kandungannya.
  • Oleh karena itu kita harus selalu memperhatikan kondisi kucing yang sedang bunting, agar tidak terlambat mengetahui saat kucing tersebut benar-benar akan melahirkan.
  • Luangkanlah waktu, atau bila memang tidak dapat meluangkan waktu, pada saat sudah memasuki usia kandungan 63 - 65 hari, dititipkan saja pada dokter hewan (rawat inap). Sehingga kucing kesayangan kita dapat selamat dalam proses persalinannya.


Masa Kritis Setelah Proses Persalinan


Masa kritis setelah proses persalinan terjadi pada induknya maupun bayinya (anaknya). Berikut ini dijelaskan satu persatu. 

Masa Kritis bagi Induk Kucing


  • antara 1 sampai dengan 7 hari setelah proses persalinan, baik normal maupun melalui tindakan medis merupakan masa kritis.
  • Setelah persalinan masih disebut masa kritis, karena dapat terjadi infeksi akibat operasi atau luka. Dan bisa juga ternyata masih ada anak di dalam rahimnya yang sudah mati, namun tidak dapat keluar dan tidak kita ketahui (biasanya kelahiran normal).
  • Kondisi tersebut sangat berbahaya dan akan membunuh induk kucingnya, karena keracunan janin yang membusuk.
  • Salah satu cirinya adalah kucing tidak mau makan dan minum, tidak bisa buang air besar dan kecil, lalu muntah-muntah.
  • Bila setelah proses persalinan kucing menunjukan tanda-tanda tersebut, secepatnya kita harus bawa ke dokter hewan. Hal ini dikarenakan dalam hitungan jam dapat merenggut nyawa induk kucingnya.
  • Jika masa ini telah terlewati, maka kita dapat bernafas lega, karena induk kucing kita akan baik-baik saja dan mulai memperbaiki kondisi tubuhnya, agar air susunya bisa keluar banyak dengan banyak makan dan minum.
Masa Kritis bagi Anak Kucing


Masa Kritis Pertama, adalah usia satu (1) sampai dengan tiga (3) hari.


  • Masa ini benar-benar kritis, karena anak kucing harus dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan lingkungannya.
  • Selain itu dia juga harus mendapat zat yang bernama kolostrum pada saat hari pertama setelah dilahirkan. Kolostrum ini merupakan susu pertama yang keluar dari induknya sampai dengan 5 jam, yang mengandung zat-zat untuk kekebalan tubuh anak-anaknya, sehingga tidak mudah terkena penyakit.
  • Juga susu disaat-saat berikutnya setiap dia perlukan sebagai asupan makan.
  • Jika salah satu ini tidak berjalan bisa dipastikan anak tersebut tidak bisa bertahan hidup.


Masa Kritis Kedua, adalah usia tiga (3) sampai empat belas (14) hari.


  • Bila masa kritis pertama terlewati dengan baik, selanjutnya adalah masa hukum alam, dimana yang kuat akan menang dan yang lemah akan tersingkir.
  • Maksud dari masa ini, anak-anak kucing akan bersaing mendapatkan susu induknya dengan persaingan yang sangat keras. Terkadang yang lemah akan sulit mendapatkan susu.
  • Jika hal ini dibiarkan tanpa bantuan kita untuk yang lemah, maka yang lemah tersebut tidak akan bisa bertahan hidup.
  • Oleh karena itu, kita harus membantunya, dengan cara mencarikan puting susu induknya dan menjaga agar dia bisa menyusui. Atau bisa juga dengan memberi susu formula khusus kucing dengan cara disuapkan.
  • Sebagai pemeliharanya, kita wajib memperhatikan proses menyusui di periode ini.

Cara Menangani Kucing yang Akan Melahirkan





Masa mengandung pada kucing kurang lebih adalah 2 bulan, dan setelah itu kucing akan melahirkan.
di masa melahirkan itu pula kita sebagai pemiliknya sebaiknya tahu cara apa yang harus kita tangani pada mereka. mungkin kebanyakan pemilik yang sibuk hanya akan menyerahkan pada dokter hewan untuk menjalani operasi cesar ataupun kelahiran normal. 
Tapi bagi kalian yang memiliki waktu luang dan ingin menemani si 'kitty' melahirkan simaklah kiriman ini dengan saksama.

Kucing yang akan melahirkan umumnya akan menunjukkan tanda-tanda (gejala) :
  • Yang paling mudah dikenali adalah Berisik
  • Menggaruk-garuk alas atau tempat pembuangan kotoran.
  • Mencari tempat tersembunyi untuk melahirkan anaknya sekaligus agar anak-anaknya aman dari kucing lain.
  • Nafsu makannya berkurang.
jika kucing kalian menunjukan tanda tanda seperti itu, sebaiknya kalian mulai memerhatikannya dan menyiapkan alat dan tempat seperti : 

  • Sediakanlah kandang/tempat yang nyaman dan hangat, Fasilitas berupa box kardus yang cukup luas, lalu diisi dengan handuk atau alas serta mungkin serpihan koran , maka hal ini sudah bisa dikatakan cukup memadai. Lalu tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi dengan baik. jadwalkanlah kalo tempat ini telah tersedia minimal 1-2 minggu sebelum waktunya melahirkan. Tempatkan kucing tersebut pada kandang itu minimal 7-12 hari sebelum melahirkan. Supaya kucing terbiasa sampai dia melahirkan.

  •  Gunakan box litter yang tidak mudah menggumpal, Ada kasus dimana kadang kala kucing akan memilih untuk melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menempel di tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

  • Jauhkanlah dari kucing-kucing lain, Jika anda telah mempunyai banyak kucing persia atau anggora yang lain, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama. Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

  • Siapkan persediaan makanan yang cukup,  Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

  • Cek dokter hewan terdekat, Segera anda menyiapkan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat. Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.



Proses Kelahiran Pada Kucing


Tahap Pertama

  • Bilamana tempo kucing sudah benar-benar akan lahir atau disebut juga masa kritis, akan ditandai dengan kegelisahan induk kucing yang semakin meningkat.
  • Induk akan mengeong dan berjalan berputar-putar terus, sediakan tempat seperti kardus atau nampan yang lebar dan dialasi kain kering.

Tahap Kedua

  • Selanjutnya air ketuban akan pecah, membasahi bagian belakang (ekor paha belakang dan sekitarnya).
  • Bila sudah terjadi kejadian yang kaya gitu, biasanya lalu selanjutnya ,tidak lama kemudian akan lahir anak kucing satu persatu.
  • Namun apabila jika setelah satu atau dua jam pecahnya ketuban dan anak kucing tidak lahir-lahir sebaiknya kucing sesegera mungkin dibawa ke dokter hewan untuk dibantu proses persalinannya, agar secepatnya dapat diambil tindakan medis jika kucing perlu penanganan tenaga profesional.
Tahap Ketiga

  • Saat proses kelahiran anak pertama. biarkan dan perhatikan kucing, apakah dia mau membersihkan selaput yang menyelimuti anaknya (biasanya induk yang pintar dan baik akan memakan plasenta dan menjilati selaput tersebut dan merawat anaknya satu-persatu).
  • Namun jika tidak secepatnya ambil tindakan untuk membersihkan selaput dengan kain kering lembut hingga benar-benar kering dengan cara digosok-gosok. Jangan ragu melakukan hal ini hingga benar-benar kering, maksud dari menggosok adalah merangsang anak kucing.
  • Serta pastikan hidung kucing tidak tersumbat oleh lendir, dengan cara disedot menggunakan pipet untuk dapat bernafas sendiri.
  • Dan kemudian memotong plasenta dengan gunting yang sudah direndam alkcohol sebelumnya (agar steril), lalu tali pusatnya ikat dengan benang sekitar 1 cm dari perut anak kucing tersebut.
  • Selanjutnya letakkan bayi kucing tersebut pada nampan/kardus di samping induknya, bila perlu beri lampu diatasnya agar hangat.
  • lalukanlah hal ini, hal yang sama pada anak kucing yang lainnya (saudaranya).
  • Biasanya anak/bayi kucing tersebut berurutan kelahirannya setiap beberapa menit, namun bisa juga lebih lama dari itu, dikarenakan induknya tidak melakukan tugasnya dengan benar, atau bisa juga karena kelelahan atau hal-hal lainnya.
Tahap Keempat

  • Setelah semua bayinya lahir, bersihkan sisa-sisa bekas melahirkan tersebut sampai bersih dengan menggunakan pembersih lantai yang mengandung anti bakteri.
  • Umumnya induk kucing akan beristirahat sejenak sambil membersihkan tubuhnya, kemudian dia akan memberikan susu pertama yang mengandung colostrum pada anak-anaknya.
Tahap Kelima

  • lalu,kemudian anda dapat menaruh tempat untuk makanan dan minum di dekatnya agar sang induk tidak berlama-lama meninggalkan anaknya bila ingin minum ataupun makan, sehingga induknya merasa aman dan nyaman dalam melindungi anak-anaknya.

Masa persalinan kucing adalah masa yang bisa dibilang paling kritis bagi induk kucing dan anak-anaknya. Demikian juga masa setelah proses persalinan tersebut. 

Oleh karenanya, kita harus benar-benar faham dan siap untuk secepatnya membantu atau pun minta bantuan dokter hewan, jika ada kelainan dalam proses persalinan kucing kita. Sehingga proses persalinannya bisa berjalan lancar dan induk kucing serta anaknya bisa terselamatkan. 

demikian artikel dari saya semoga bermanfaat :)


Senin, 24 Oktober 2016

Gejala dan Penyebab kucing bersin serta cara Penanganannya



Bersin merupakan reaksi refleks yang disebabkan oleh iritasi pada rongga hidung.
Bersin pada kucing bisa terjadi karena banyak penyebab, mulai dari hal sepele hingga kondisi yang memerlukan penanganan oleh dokter hewan.
Penyebab
Penyebab paling umum bersin pada kucing adalah akibat infeksi saluran pernapasan atas, baik infeksi karena virus, bakteri, maupun jamur.
Penyebab bersin juga bisa karena kucing mengalami alergi atau adanya benda asing yang menempel pada sinus, seperti benih rumput.
Selain itu, kucing akan bersin pula bila mengalami iritasi yang disebabkan oleh asap atau parfum.
Penyebab bersin karena kondisi serius diantaranya adalah kucing menderita abses gigi, polip hidung, atau kanker hidung.
Diagnosis
Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, periksakan kucing ke dokter hewan
Bantu dokter hewan dengan menceritakan semua hal yang terjadi pada kucing, termasuk bila ada cairan yang keluar saat bersin.
Perhatikan bentuk, kekentalan, dan warna cairan yang keluar saat kucing bersin.
Bila kucing mengalami gejala lain, seperti keluar cairan dari mata atau terdapat luka di mulut, bisa jadi kucing terkena infeksi.
Dokter hewan mungkin juga akan memeriksa suhu badan bila kucing mengalami demam.
Perhatikan jika kucing sering menggeleng-gelengkan kepala atau mencakari hidungnya, seolah-olah sesuatu berada di dalamnya.
Bila kucing bertindak seolah-olah gatal dengan sering menggosok wajahnya secara berlebihan, bisa jadi kucing mengalami alergi.
Demikian juga, jika bersin tampaknya terjadi pada waktu yang sama pada tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan kucing mengalami alergi musiman.
Penanganan
Penanganan bersin pada kucing akan bergantung pada penyebabnya.
Untuk infeksi karena bakteri, obat antibakteri kemungkinan akan diresepkan oleh dokter hewan.
Pertama kali dokter hewan mungkin akan memberikan suntikan, kemudian memberikan obat tablet untuk menangani masalah bersin pada kucing Anda.
Obat antijamur akan diberikan bila kucing mengalami infeksi jamur.
Untuk abses gigi, gigi kucing yang terkena mungkin harus dicabut.
Pembedahan dapat dilakukan untuk menghilangkan polip.
Bila kanker merupakan penyebabnya, maka akan ditangani dengan pengobatan kanker tradisional.
Jika kucing terkena flu (infeksi virus), yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan perawatan dan kenyamanan hingga kucing pulih.
Perawatan flu akan termasuk memberikan cairan dan memaksa kucing untuk makan.
Memberikan vaksinasi “flu kucing” adalah cara terbaik untuk menghindari infeksi virus.
Semoga artikel ini bermanfaat ^_^ 
sumber : http://www.amazine.co


Jumat, 21 Oktober 2016

Pahami Tingkah Laku Kucing

Bahasa tubuh kucing memang sulit dimengerti bagi kita, di dunia para kucing komunikasi dilakukan dengan bau, suara, dan gestur (gerak-gerik) tubuh. Dengan semua itu, mereka mencoba mengomunikasikan perasaan mereka kepada binatang lain maupun kepada kita.
Dengan memahami gerak-gerik kucing kita, kita bisa dengan mudah mendeteksi kondisi kesehatan dan menanggulangi luka akibat perkelahian atau kecelakaan dengan cepat. Meski tak ada cara bagi kita untuk menangkap setiap sinyal yang diberikan kucing kita, bahkan mungkin kita tak bisa memahami apa yang berusaha mereka sampaikan, namun dengan metode penelitian yang dilakukan oleh pecinta kucing di seluruh dunia upaya penerjemahan bahasa tubuh kucing sudah kian dekat dengan kebenaran.
  •   Sifat kucing dapat dilihat dari kedipan mata.




Kita semua tahu kucing memiliki mata yang sangat ekspresif dan biasanya mata adalah indikator perasaan kucing yang paling jelas dan mudah kita pahami.
Meski demikian tentu mata mereka menyimpan makna yang berbeda-beda tergantung pada situasi, karena itu sangat penting bagi kita untuk memahami gestur tubuh lain untuk bisa benar-benar menerjemahkan perasaan kucing kita atau penyakit apa yang sedang mereka derita.


Mata mengedip lambat dan pupil mengecil – biasanya ini mengartikan bahwa mereka sedang merasa senang atau sedang menikmati kondisi santai. Namun jika pupil mata kucing mengecil hal ini bisa diindikasikan mereka sedang stres.
Kucing menatap tanpa berkedip – biasanya hal ini dilakukan ketika mereka sedang berusaha mengintimidasi lawan. Kucing yang memiliki rasa percaya diri tinggi sering melakukan hal ini. Dalam kondisi seperti ini sebaiknya kita tidak berusaha mendekati atau menyentuhnya.
Pupil membesar  – bisa berarti bahwa kucing sedang ketakutan, ingin tahu, marah atau hanya karena keadaan ruangan yang gelap dan sedikit masuk cahaya.

·        Indetifikasi perilaku mereka dari telinga
Penggunaan telinga sebagai sarana komunikasi kucing membutuhkan kejelian karena biasanya mereka melakukannya dengan sangat cepat.
Telinga melipat kesamping – hal ini bisa memaksudkan bahwa mereka siap untuk melindungi diri dari serangan dan juga berarti tanda bahwa ia tunduk dan akan patuh pada lawannya.
Telinga bergerak ke belakang – Kucing akan melakukan hal tersebut cenderung merupakan tanda bahwa kucing marah dan siap menyerang.
·        Bahasa tubuh kucing dapat dilihat dari ekor


Ekor kucing merupakan indikator paling baik untuk memahami perasaan kucing. Dengan mengingat posisi-posisinya dan kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan, kita bisa bereaksi cepat untuk melakukan sesuatu bisa melakukan sesuatu pertolongan maupun menghindarinya.
Ekor tegak lurus ke atas – biasanya berarti bahwa kucing kita sedang santai dan bergembira.

Ekor tegak lurus ke atas dengan ujung melenting – perilaku ini berarti bahwa kucing masih dalam keadaan senang namun berwaspada dengan situasi. Barangkali saat itu baru saja ada orang lain atau hewan yang datang dan menarik perhatiannya.
Ekor masuk di antara kaki dan bulunya mengembang – kondisi ini mengindikasikan ketakutan. Kucing kita akan melakukan hal ini jika ia merasa ketakutan terhadap sesuatu atau terkejut.
Ujung ekor bergerak-gerak lambat – perilaku ini merupakan tanda bahwa kucing tengah berkonsentrasi penuh. Kucing kita mungkin sedang memperhatikan objek yang jauh dan berusaha mengetahui apa objek itu.
Ujung ekor bergerak lebih cepat – ini bisa jadi pertanda ia merasa terganggu dengan objek yang sedang dia perhatikan tadi. Misalnya, objek tersebuy ternyata kucing lain yang baru datang.

Ekor tiba-tiba tegak lurus dan bulu mengembang – berarti kucing yang diperhatikan atau objek tersebut lebih besar dari yang kucing kita perkirakan. Sikap ekor seperti ini digunakan sebagai peringatan bagi objek itu dan menyuruh mereka mundur.
Ekor berayun dari satu sisi ke sisi lain tak beraturan – merupakan tanda bahwa kucing tengah bersiap mengambil tindakan, entah tindakan marah atau merasa takjub dengan objek itu. Kucing-kucing agresif biasanya sering melakukan ini.
Ekor berayun ke kanan atau ke kiri objek – hal ini berarti kucing merasa nyaman dengan objek itu, bisa jadi manusia atau kucing lain.
Ekor kucing menempeli kaki kita atau kucing lain – ini pertanda bahwa dia menginginkan perhatian, tanda ini merupakan tanda yang bersahabat dan kucing kita siap bermain.



·        Gerak-gerik Tubuh kucing
Berbaring dengan posisi melingkar, biasanya ini menunjukkan kondisi pasif. Artinya objek lain–entah hewan atau manusia–tidak menarik perhatiannya.
Gerak-gerik tubuh waspada –  Kucing akan berbaring sambil menatap wajah si penyerang ini digunakan untuk bertahan dari serangan. Mereka juga biasanya menggunakan satu kakinya untuk mengusir objek.


Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat ^_^

Source : okdogi.com